Rizieq Ke DPR Dan Adanya Rencana Aksi 11 Februari


Kemarin Habib Rizieq menyambangi komplek parlemen Senayan dan tiba di Gedung Nusantara III DPR sekitar pukul 13.30 siang. Kedatangannya disambut oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Awalnya Rizieq enggan mengungkapkan apa yang sebenarnya maksud kedatangannya. Dia hanya mengatakan ingin menyampaikan aspirasi kepada pimpinan Dewan. “Pokoknya urusan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, penegakan keadilan, penegakan hukum. Pokoknya nggak keluar dari itu,” kata Rizieq.

Akhirnya beberapa informasi mulai berkembang. Menurut berita dari Sindonews, Aksi demo Bela Islam jilid III atau aksi 212 membuat gerah pihak tertentu. Ada yang sengaja melontarkan isu aksi Bela Islam jilid III membahayakan NKRI. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Rizieq merasa ada yang sengaja menjadikan dirinya sebagai target untuk dijatuhkan padahal dirinya menganggap NKRI adalah keniscayaan. “Maka dari itu kami laporkan ke DPR. Kami minta para wakil rakyat bisa menjalankan fungsi kontrol dalam menjalankan ini,” katanya. Dia juga mengatakan isu tuduhan aksi Bela Islam jilid III mengancam NKRI adalah fitnah besar, ada upaya kesengajaan media cetak dan elektronik seolah aksi ini merusak Pancasila dan ingin merusak konstitusi UUD 1945.

Mendengar pernyataan tersebut, saya memiliki satu kesimpulan. Adalah benar jika dia merasa ada yang menjadikan dirinya sebagai target untuk dijatuhkan. Tapi harus dipikirkan dulu mengapa ada yang mau menjatuhkan dirinya? Tidak lain tidak bukan adalah karena dirinya sendiri yang sering mengeluarkan pernyataan yang terkesan provokasi dan kasar. Pernyataan yang keluar dari mulutnya itulah yang membuat banyak orang gerah dan beberapa lainnya tergerak untuk melaporkannya ke pihak kepolisian. Ada banyak sekali contohnya.

Rizieq pernah dilaporkan karena mengganti salam sampurasun dengan ‘campur racun’ saat ceramah di Purwakarta. Ucapan sampurasun sangat sakral bagi masyarakat Sunda. Salam tersebut berarti saling mendoakan. Kasus pelaporan tersebut sempat terhenti dan masih belum dicabut. Dan kemarin ratusan orang gabungan dari budayawan dan masyarakat Sunda berunjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Barat, menuntut agar Polda menuntaskan kasus tersebut.

Selanjutnya Rizieq juga dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah melecehkan Pancasila dan Proklamator Indonesia saat Tabligh Akbar FPI. Ini terkait dengan pernyataannya, “Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.” Dan hari ini dikabarkan Rizieq akan menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya Rizieq dilaporkan tiga kali (kalau tidak salah) karena ceramahnya yang dinilai menistakan agama terkait ucapan natal, “…Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa…”

Dan yang terakhir, Rizieq dilaporkan lagi atas ceramahnya soal mata uang baru berlogo palu arit. Palu arit adalah simbol yang dikonotasikan dengan simbol PKI. Dia dilaporkan karena ucapannya tersebut dinilai dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Ada empat laporan yang sedang mengarah pada dirinya. Seperti yang dikatakannya, ada yang sengaja ingin menjatuhkannya. Laporan inilah yang mungkin akan menjatuhkannya. Tapi Rizieq juga tidak boleh menyalahkan laporan tersebut karena laporan tersebut ada karena ucapannya sendiri. Mulutnya menjadi harimaunya. Kalau saja ucapannya tidak seperti itu, pasti tidak akan ada yang namanya dilaporkan. Dia sendirilah yang sebenarnya menjatuhkan dirinya melalui ucapannya. Satu kasus yang menimpa Ahok saja sudah cukup merepotkan, bagaimana Rizieq akan menghadapi empat laporan sekaligus? Baru satu kasus yang membuatnya dipanggil yaitu kasus dugaan pelecehan Pancasila. Dipastikan Rizieq akan sibuk dalam waktu yang lama.

Informasi lainnya adalah FPI akan kembali menggelar aksi doa bersama pada 11 Februari 2017. “Doa untuk keselamatan bangsa, untuk keamanan Pilkada di Jakarta. Supaya ke Jakarta ke depan lebih baik lagi,” kata Rizieq. Selain doa bersama, akan ada kegiatan longmarch di kawasan Jalan MH Thamrin.

Untuk apa lagi melakukan kegiatan seperti itu? Bukankah tanggal tersebut adalah masa tenang sebelum pemungutan suara? Acara turun ke jalan seperti itu akan membuat macet jalanan. Apakah doa bersama tidak bisa dilakukan di seluruh masjid di Jakarta secara serentak? Kan, lebih keren kalau bisa seperti itu. Tapi kalau memang begitu, ya menurut saya sih tidak apa-apa juga. Saya yakin akan aman-aman saja. Kalau pun nantinya ada potensi gangguan keamanan, saya yakin pihak pemerintah sudah jago menangani ini. Dan satu poin penting lainnya, Rizieq sepertinya tidak akan berani macam-macam lagi karena sudah banyak laporan yang mengarah pada dirinya. Dia pasti akan berpikir ribuan kali untuk melenceng dari jalur atau pihak lain akan kembali melaporkan dirinya. Empat laporan sudah cukup, jangan ditambah lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Entahlah.

Baca artikel lainnya



Source link