Serangan Iblis


Sepulang sekolah Anna terlihat sibuk, tidak seperti biasanya, kali ini ia mencari sesuatu, dikumpulkannya beberapa benda di dalam rumah, bahkan mainan.

“Lagi ngapain Ann?,” Tanya Papanya.

“Mau mengumpulkan senjata” jawab sekenanya saja

“Senjata?, senjata apaan?, emangnya perang?” Ledek Papa Ann.

“Iya betul Papa, Ann mau melawan setan yang akan menyerang, tadi ibu guru di sekolah memberitahu kalau setan akan menyerang kita, menyerang manusia dari depan, belakang, samping kanan dan kiri” Ann nampak serius, lalu bergaya lelaki mengambil ikat kepala seperti Hero.

“Waduh, kok ibu guru bilang begitu?, emangnya setannya bisa kelihatan sehingga harus dilawan pakai senjata-senjata itu?” Papa menunjuk benda-benda yang dikumpulkan Anna.

“Iya Papa, bu Guru khan mengajar agama, dan membacakan Qur’an surat Al A’raf, lalu bercerita kalau Iblis….iblis apa setan, beda ya Papa?” Ann garuk-garuk kepala lalu melanjutkan, “ Iblis dan setan beda ya Papa?” sebelum Anna bercerita ia bingung dua kata itu, Papa Anna juga sebenarnya bingung, dalam hati ia berkata I ya ya, iblis sama setan berbeda ngak?, namun akhirnya ia harus bicara pada anaknya.

“Mmhhh..begini Ann, kalau ngak salah sih Papa juga pernah dengar dari seorang Ustad, ibarat manusia yang berprofesi, maka setan itu adalah profesi, misalnya Si Rudi adalah anggota DPR, maka profesi sebagai anggota DPR itu bisa disebut setan, tapi bukan berarti semua anggota DPR itu setan Loh, kalau korupsi sih yaahh…itu baru namanya setan, tapi kalau Iblis nah itu makhluknya, maka manusia sebenarnya tidak bisa menjadi Iblis tapi bisa jadi setan, tapi kalau Iblis jadi manusia..mmhh…, kayaknya susah ya?, pokoknya gitu deh, kelak nanti kamu akan tahu setelah kamu belajar terus” Anna masih berusaha mencerna, wajahnya begitu serius.

Papa Anna mengambil Qur’an lalu mencari Surat yang dimaksud Anna, namun Papa Anna sementara hanya bisa mencerna dalam bentuk terjemahan bahasa Indonesia, meskipun bisa melafazkan dengan pelan-pelan.

“Ann…kesini, Papa bacakan terjemahannya surat yang dimaksud oleh bu Guru” Anna mendekat, pandanganya langsung tertuju ke Surat yang sudah dipersiapkan oleh Papa.

Surat Al A’raf (7) ayat :

12  : Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”

13 : Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

14 : Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”.

16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). 

18 : Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

*****
Pada ayat 17 Papa Anna mulai berpikir,..mmhhh…sepertinya ini yang dimaksud Ann, Papa membelai kepala Ann, lalu berusaha menjelaskannya…

“Oh..begini Ann, Papa pernah dengar penjelasan dari Ustad tentang ayat ini, yaitu serangan iblis dari segala penjuru…” Anna makin melejitkan keseriusannya sementara Papa mencoba rileks dengan menarik nafas pelan lalu dikeluarkannya dengan pelan pula sembari mengingat kajian yang pernah didengarnya.

“Jadi, emang iblis itu sombong, arogan dan sakit hati karena terusir saat ia tidak patuh sama Allah dan merasa dirinya paling unggul, maka Allah mengusirnya dari surga, tapi bukannya mohon ampun malah ia membuat perhitungan dengan cara akan mengganggu manusia atau menyerangnya atau menggodanya, kurang lebih begitu nak. Maksud dari arah serangan begini”  Hening sejenak…lalu…kemudian

“Dari depan yaitu manusia akan disibukkan dengan masa depannya, manusia dibuat khawatir oleh masa depan maka berbondong-bondonglah manusia mengejar materi atau duniawi, iblis akan membisikkan,

“Ayo cari kekayaan apapun caranya jangan sampai nanti kamu jadi miskin, kalau miskin kamu susah, terus tidak ada yang memujimu, tidak ada yang menghormatimu, kalau perlu jual agama, kemas ambisimu dengan agama, perdayakan orang-orang dengan agama, karena ini cepat bisa kaya

Pokoknya iblis memasuki pikiran dan kalbu orang-orang yang tidak mengisinya dengan cahaya ilahi, maksudnya kalau pikirannya tidak dilatih menghayati ayat-ayat Allah atau tanda-tanda kebesaran Allah agar bersyukur maka iblis dengan leluasa membisikkannya dengan hal-hal negatif tadi,”

“Wahai manusia kamu bisa sangat kaya dan bisa menguasai dunia maka kejarlah”, begitu bisik iblis.

“Iblis juga masuk dalam khayalan manusia, sehingga dengan khayalan-khayalan itu berubah jadi perangkap, manusia mengira itu adalah kreativitas tapi ternyata adalah perangkap menyebarkan virus-virus sifat-sifat iblis. Dan akhirnya manusia setelah sekian lama bergumul dengan angan-angan atau impian yang iblis bisikkan, ternyata mendapati dirinya tak bisa apa-apa alias sebenarnya lemah maka bisa saja ketika keinginan itu belum tercapai si manusia pun menderita sakit, maka sebenarnya penyakit itu datang karena manusia sendiri yang mengundang bisikan si iblis masuk ke dalam dirinya, maka dengan berusaha menolak bisikan iblis atau menentang serangan yang dilancarkannya dari depan maka insya Allah si manusia akan terbebas dari penyakit, baik penyakit fisik maupun batin” Anna ngangguk-ngangguk dengan penjelasan yang panjang lebar ini, padahal mungkin anak seumuran dia belum tentu paham, Papa Anna terpaksa menjelaskan demikian karena masih kesulitan memadukan kata-kata yang pas, setidaknya Yaahh…namanya juga berusaha, semoga anak ini paham, begitu bisiknya dalam hati.

“Baiklah nak, semoga dirimu paham, sekarang kita lanjut, “ Anna tetap ngangguk berusaha mencerna, “ Terus dari belakang, menurut daya tangkap Papa saat Ustad menjelaskan, bahwa dari belakang yaitu mengacaukan pemahaman kita tentang masa lalu, disini si iblis memakai jurus lain, yaitu jurus agar manusia berputus asa, jadi kalau mendapati dirinya pernah berbuat salah atau dosa dimasa lalu, si iblis membisikan bahwa Ahh…tidak ada gunanya bertobat, toh tetap saja masuk neraka, masa lalu tidak berguna lagi, sudah lewat, sekarang cari kenikmatan dunia saja, toh kamu juga bukan siapa-siapa,. Disini juga iblis begitu lihai membuat manusia bisa berputus asa dan akhirnya stress alias prustasi, penyampaiannya mungkin bisa bergaya filosofis agar manusia jauh dari rasa syukur.  Jauh dari syukur keadaan saat ini maka si manusia bisa jauh dari mengingat Allah, mengingat kebesaranNya, tanda-tanda KeberadaanNya dan kasih sayangNya”

“Duh Papa…Ann sebenarnya masih bingung…” Anna menyela sejenak,

“Oh..iya nak, untuk sementara biarlah dulu bingung, karena setelah bingung manusia akan berpikir, maka sambil berpikir terus berdoa insya Allah nanti tidak lagi bingung, dan akhirnya makin jelas siapa musuh terbesar dan sangat nyata itu?, maka apa yang Papa sampaikan bahwa Ann tidak usah repot-repot menyediakan senjata kayak tadi, melawan Iblis dan setan hanya ada satu, yaitu mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw dengan tepat, kalau pun kita memang lemah, yahh…mari selalu berdoa nak, semoga kita tidak masuk perangkap iblis, Yaa Allah…kami mohon perlindunganMu dari segala tipudaya Iblis, setan dan orang-orang yang membungkus agama demi kepentingan dunia, orang-orang yang merasa pembela agama tapi mengarahkan kepada kebodohan.

“Aamiin…” dengan wajah yang tulus, Ann mengucapkannya juga dengan penuh hikmat.

“Alhamdulillah, sekarang kita bahas serangan iblis yang dari arah kanan dan dari arah kiri. Dari kanan itu maksudnya bahwa iblis membisikkan kebanggaan atau merasa paling benar atas ibadah-ibadah si manusia, misalnya ia shalat, iblis membisikkan Hai manusia shalatmu paling khusyu, lebih khusyulah lagi mumpung ada yang lihat dan kamu pasti dapat pujian, lihat deh  disana, si Fulan shalatnya cepat banget, shalatnya tidak sah tuh, dia belum ber-islam yang benar atau misalnya mengenakan jilbab yang cantik Duhh…kamu cantik pake jilbab,yang ngak pakai jilbab itu jelek amat, kemu lebih baik daripada mereka, inilah bahayanya merasa paling baik atau unggul, padahal belum tentu, sebab penentu adalah Allah SWT, apalagi mengaku paling ber-Islam dan menuduh orang lain yang tidak sependapat dengannya dengan kurang iman.. Dalam tahap ini kalau ternyata si Manusia mengkonfirmasi bisikan iblis, maka iblis terus menghembuskan yang lebih sadis, bahkan misalnya seperti ini  MmhhOrang itu masuk neraka karena shalatnya beda banget dan tidak mengikuti shalatnya nabi, orang-orang seperti itu dan yang tidak shalat wajib diperangi, Nah…yang kayak begini nak sangat berbahaya, kita wajib waspada, kita harus ingat bahwa masuknya seseorang di Surga atau Neraka adalah hak Allah, dan kita manusia ini adalah makhluk Allah yang wajib saling menghormati dan kita semua harus berusaha menjadi hamba Allah yang benar-benar menghilangkan ego, kesombongan, arogansi dan lain-lain sehingga benar-benar hanya Allah yang patut kita sembah dalam keadaan apapun” Anna belum juga reda kebingungannya, sorot matanya tajam memandang Papanya, mungkin ada pertanyaan yang ingin disampaikan namun belum mampu menyusun kalimatnya.

“Allah?, Ann sering dengar, tapi gimana memahaminya?, Dia ada di langit ya?” tanya Anna polos banget.

“Oh…i ya ya…, Allah tidak hanya pada satu tempat tapi Allah itu tak terbatas, bahkan rahmatNya pun tak terbatas, pernah dengar kalimat Dimana pun wajahmu engkau hadapkan disitulah wajah Allah, tentu saja kalimat ini perlu dikaji nak, duhh…maaf agak ribet ya?, pokoknya  Zat Allah itu tidak ada yang bisa mencapainya, namun Dia memiliki nama-nama dan sifat, dengan sifat-sifat dan tanda-tanda penciptaanNya inilah kita berusaha mengenal pencipta kita, Allah SWT, insya Allah nak, kelak kalau Ann terus belajar dan mengkaji Qur’an dari para ulama-ulama dan ustadz, bertahap dan terus menerus maka pemahaman itu insya Allah meresap sehingga kita makin yakin dan benar-benar merasakan pengawasanNya, bahkan lebih dekat dari urat nadi. Dan salah satu cara bisa dekat sama Allah yaitu berbuat baik nak, dengan berbuat baik engkau memanggil Allah ke kalbumu, maka bersama Allah kebahagiaan tak terkira, akan tetapi kalau mau dekat sama Allah kita wajib dekat sama Nabi kita tercinta nak, Muhammad SAW, karena beliau adalah utusan Allah, dan beliau-lah manusia sempurna, beliau membela agama ini dengan perilakunya yang Qurani, bukan koar-koar di atas panggung yang sewanya mahal. tapi benar-benar sikapnya tutur bicaranya berdasarkan Quran, tidak suka memvonis orang lain dengan tuduhan-tuduhan sembrono”  Papa Anna membelai kepala Anna yang rambutnya hitam lebat, ada kehangatan dan rasa nyaman dirasakannya meski obrolan ini membuatnya terus berpikir.

Suasana masih hening, dan tiba-tiba…

“Papa bagaimana dengan yang dari arah kiri?” tanya Anna.

“O i ya ya, begini, dari kiri itu yahh…bisikan iblis yang apa adanya, maksudnya ia membisikkan seperti ini misalnya Hai manusia surga dan neraka itu ngak ada loh, dunia ini adalah surga maka kuasailah, kamu itu dikibulin selama ini, ngapain juga berbuat baik, kalau toh memang ada neraka paling beberapa hari saja di dalamnya dan bukannya Tuhan itu maha pengasih dan penyayang?, jadi toh kita semua ini akan hidup senang, tapi percaya deh Tuhan itu ngak ada. Nah dari arah kiri inilah terangan-terangan, baik dengan cara filosofis maupun dengan cara yang licik, yahh…intinya iblis mengajak pada kebodohan, fasik, ujub dan semua perbuatan yang menjauh manusia dari mengenal Allah. Nauzubillah. “

“Nah begitulah nak, kayaknya kepanjangan ya pembahasannya, tapi begitulah kita tidak boleh berhenti berusaha menjadi hamba Allah yang benar-benar men-Tauhid-kan-Nya. Sekarang kita berdoa dan siap-siap Ann pergi ngaji ya…, O iya nak, kalau pembahasan Papa ada yang keliru dan sangat sulit dipahami, Papa minta maaf, Papa manusia biasa nak, kita sering berdoa aja ya“ Papa dan anak saling berpelukan.

“Satu lagi nak, bela-lah agama ini dengan belajar yang baik, sering baca quran dan memahaminya, jangan ikut-ikutan karena mereka banyak sebab banyak bukan patokan kebenaran, sering baca buku sehingga berita HOAX tidak mudah menjadi bisikan iblis, sehingga akal ini benar-benar berfungsi dengan baik untuk menangkis serangan iblis itu” Papa Ann menambah.



Source link