Share Motivation Info : Cerita Saya Dalam Menemukan Tujuan Hidup Saya

Image Credit By magazine3.com

Sejak usia 5 tahun saya sudah dikirim oleh orang tua saya untuk belajar ke luar negeri, yaitu di Singapura. Pada usia 16 tahun saya mengambil jurusan computer science di Melbourne, Australia selama 2 tahun. Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, keluarga saya mengalami kesulitan keuangan sehingga saya tidak bisa melanjutkan pendidikan saya. Akhirnya, saya memutuskan untuk tetap tinggal di Australia dan melakukan pekerjaan apa saja supaya saya bisa bertahan hidup.Tidak lama kemudian setelah saya bekerja serabutan, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk kerja kantoran dengan gaji yang lumayan sehingga saya bisa mengumpulkan uang. Tapi karena mama saya sakit, saya diminta pulang ke Indonesia untuk melanjutkan usaha cuci cetak foto. Pada waktu itu saya masih sangat muda dan tidak mengerti apa-apa tentang bisnis.

Saya sempat kehilangan jati diri saya dan bertanya-tanya kenapa ini semua harus terjadi kepada saya di usia saya yang masih muda. Jujur, saya sangat tidak ingin kembali ke Indonesia karena banyak sekali permasalahan yang melanda Indonesia pada waktu itu. Tetapi justru perasaan tidak nyaman inilah yang membawa saya untuk menemukan panggilan hidup saya.

Pola pikir (mindset) adalah penyebab nomor satu dari banyak masalah yang dihadapi Indonesia

Atas sebuah dorongan yang saya rasakan di dalam hati saya tentang apa yang terjadi di negara saya, saya mulai mencari tahu tentang apa yang menjadi sumber permasalahan yang sebenarnya. Ternyata saya temukan bahwa tingkat pengangguran yang tinggi dan kemiskinan menjadi penyebab nomor satu dari banyak masalah yang dihadapi Indonesia.

Saya kemudian mencoba untuk menggali lebih dalam tentang kenapa Indonesia sulit untuk keluar dari masalah-masalah tersebut dan saya temukan lagi bahwa masalah terbesarnya ada di pola pikir (mindset). Sejak saat itu saya mulai menggali tentang apa yang menjadi kekuatan (strength) dan passion saya supaya saya bisa membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh negara saya.

Pada waktu itu saya berpikir kalau saya mau membuka banyak bisnis supaya saya bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk orang banyak. Tetapi karena diperlukan modal yang sangat besar untuk membuka banyak bisnis, saya mulai berpikir tentang bagaimana saya bisa membantu para pemilik bisnis untuk berhasil dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sehingga saya mulai belajar tentang pengembangan diri (personal development), kewiraswastaan (entrepreneurship), finansial, dll.

Saya percaya bahwa tidak ada satu peristiwa pun di dalam kehidupan kita yang terjadi dan lewat begitu saja secara sia-sia. Selalu ada makna dan pelajaran yang bisa kita ambil dari apa yang terjadi di dalam sebuah kehidupan.

Source link