Tidak Ada Kewajiban Pemerintah Dalam Mengangkat Honorer Kategori 2



( Baca pakai hati jangan dengan emosi, berhentilah jadi kaum bersumbuh pendek )

Assalamualaikum wr wb.
Salam dari pulau sumatera.

Sengaja malam ini saya ingin sekali menyapa kaum saya, Honorer dan pembaca seword pada umumnya.

Sebelum kita pada inti ada baiknya kita baca dulu pemberitaan yang ramai beberapa hari terakhir terkait Honorer.
Berikut saya kutip dari media ;

“revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama UU MD3 di awal Januari tidak terealisasi. Dalam sidang paripurna hari ini, DPR RI hanya mengesahkan revisi UU MD3.

_”Belum disahkan hari ini (kemarin), nanti kalau sudah ada diinfokan,”_ kata Arief Wibowo, ketua Panja Revisi UU ASN yang dihubungi, Selasa (10/1).

Dijelaskan Arief, ada banyak pertimbangan hingga revisi UU ASN belum disahkan. Namun, Arief enggan membeberkan pertimbangan apa saja. Dia juga membantah bila belum disahkannya revisi UU ASN karena tidak adanya anggaran.

_”Enggak lah, anggaran pemerintah ada. Hanya untuk mengangkat honorer K2, bidan PTT, penyuluh, dan tenaga kontrak lainnya itu butuh analisa panjang. Kalau salah menetapkan jumlah, ini sama saja merugikan negara,”_ bebernya.

Politikus PDIP ini pun meminta seluruh honorer K2 yang tengah menanti status revisi UU ASN untuk tetap bersabar. Dia yakin, revisi UU ASN akan tetap disahkan mengingat seluruh fraksi sudah menyetujui.

_”Sebagian besar anggota DPR pasti se‎tuju, wong kami kalau reses langsung ditodong honorer dan tenaga kontrak untuk menanyakan nasibnya kok. Kami minta honorer K2 jangan putus asa dan tetap sabar,”_ pungkasnya. (esy/jpnn)

Ok sampai di sini silahkan tarik napas dalam-dalam ya, kita lanjut info surga untuk k2 lainnya :

BANGKAPOS.COM — Angin segar kembali berembus bagi tenaga honorer kategori dua (K2). Pasalnya, Pemerintah pusat kembali memberi sinyal bakal mengakomodir honorer K2 menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Saya tak mampu lagi jika harus mengutip semua takut asam lambung kumat dengerin PHP mereka lengkapnya silahkan baca sendiri

http://bangka.tribunnews.com/2017/01/11/kabar-gembira-sinyal-dari-pemerintah-pusat-honorer-k2-bakal-diangkat-pada-tahun-2017?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Ok kita kupas sampai tuntas ;

Menjumpai sahabatku para kaum HONORER sejagat negeri tanpa saya bedakan golongan baik itu PTT, GTT, ex K1. Ex K2. Atau non K. Dan tanpa saya bedakan juga apapun agama kalian saudaraku. Mengapa saya demikian ?
krna saya sadar dengaan diberlakukannya UU ASN tahun 2014. pp 56 th 2012 sudah tidak berlaku lagi ” jadi tidak ada lagi itu honorer kategori kategorian. Karena di dalam UU ASN hanya dikenal PNS dan PPPK. makanya UU ASN tersebut kita mintakan untuk segera di Revisi.

Kali ini saya mau angkat tema tentang HONORER K2. ” Tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengangkat HONORER K2″

Sekedar upaya sederhana saya mewaraskan yang titik-titik. Karena isu Revisi gorengannya sudah kemana mana. Ada yang bablas ngumpulin berkas ada yang klaim tahun 2017 ini sah diangkat PNS. dan pemberitaan kemarin dan hari ini kalau di sana cerita sidang Ahok di dunia kami berinya tentang revisi yang gagal di paripurnakan. Biar tak kecewa diangininlah dengan janji 2017 diangkat PNS dengan kata lain di Bohongi ” Pakai ” revisi pernah saya tulis di sini

Jangan Mau Dibohongi “PAKAI” Revisi UU ASN

ya inilah fakta tak terbantahkan yg harus kita terima. Sebagai konsekwensi dari sebuah aturan yakni pp 56 tahun 2012.

Masih ingatkah kita, Ketika itu saudaraku HONORER K2 mengikuti test dengan segela tahapan, disana ada istilah lulus dan tidak lulus . Ketika kalian gagal, mengapa sekarang di antara kalian ada yg ngotot menekan pemerintah untuk mengangkat bahkan melakukan propaganda seolah olah revisi ini hanya untuk golongan kalian saja ?
Situ waras ? Undang – Undang itu berlaku umum tidak boleh diskriminasi kawan.

Bukankah dengan kalian mengikuti test artinya anda mengamini segala resikonya ? Gagal adalah salah satu resiko dalam test tersebut saudaraku. ( sini kurangkul bersandarlah dipundakku biar ku seka air matamu hehe )

Kemana kalian ketika saya dkk berjuang Judicial review menggugat supaya PP 56 th 2012 ini di revisi dan memintaa pemerintah mengangkat seluruh honorer K2 tanpa melalui test dan di angkat seluruhnya secara bertahap berdasarkan masa kerja dan usiam kritis sebagaimana mereka memperlakukan HONORER data base 2005 sd tahun 2009 ( walau masih menyisahkan nista ) dan mereka angkat honorer K1 yg tanpa test sebagai mana amanat pp 56 tahun 2012 ( walau menurut saya ini tak adil karena kami dahulu untuk lulus honda / Honorer Daerah tahum 2005 mengikuti test pd 11 februari 2006 ) kenapa HONORER K1 tanpa test ? Ini juga kalian aminkan.

Dulu kaum HONORER K2 menganggap kami bagian dari penghambat regulasi. Karena jika harus pp 56 th 2012 ini di revisi maka pengangkatan HONORER K2 akan terhambat.
Tanpa kalian sadari judicial review ini saya dkk lakukan tujuan kira-kira kalau mengadopsi pepatah melayu ” MUNDUR SELANGKAH UNTUK MAJU SETERUSNYA” tetapi kalian kafirkan saya dkk penggugat PP tersebut.

Saudaraku kupastikan nafsu birahi kalian sdh di ubun ubun saat itu, hingga mengalahkan logika dan arti sebuah kesetiakawanan dalam perjuangan. Tanpa kalian dengar rintihan tangisan kami untuk jangan memakan jebakan itu tapi kalian tetap tinggalkan kami, saat itu adalah CPNS harga mati, ya syahwat itu yang memisahkan kita.

Kalian tetap menolak Judicial Review , di benakmu bahwa kami adalah penghambat regulasi dan penghambat jalan CPNS kalian. Seakan kalian yakin lolos 100%. Tuhanpun sepertinya tidak kalian libatkan dalam hasil akhir test tersebut. Angkuh dan sombong sekali kalian waktu itu.

Saudaraku ex Honorer Kategori 2 yang sampai saat ini masih kucintai, saat itu kalian juga sangat yakin setelah test nantinya tidak akan menemukan polemik yg lebih menyayat hati. Tak terfikirkan konsekwensi akan ada ratusan ribu honorer gagal test. Masih berani katakan itu kawin paksa Hayati ?
(Bisa ku simpulkan. ” kau kejam hayati” .) Kau katakan perkawinan itu bukanlah perkawnian paksa. Dst…. Begitulah ratapan Zainudin pada hayati dalam buku karya Buya Hamka nan masyur itu.

Gugatan Judicial review kami memang kandas di tangan MAHKAMAH AGUNG. Tapi Setidaknya kami bangga karena secara de facto hanya kami yang boleh berteriak saat ini, Karena kami tidak mengakui eksistensi aturan itu atau dengan kata lain, kami memboikot pp 56 tahun 2012. Lewat jalur MAHKAMAH AGUNG.
Masih mau CPNS duluan ?, inget ni 2017 bangunlah dari tidur panjangmu

Saat ini sudaj tahun 2017 . januari yang mereka janjikan dan Januari yang teman anda atau ketua partai Honorer anda janjikan sepertinya di jawab Pakai revisi UU MD3 , uh uh uh ! Sungguj menyayat hati.
Kisah Zainudin dan Hayati masih bertengger diantara karya sastra fenomenal yang kisahnya mengajarkan kita pentingnya menolak faham cauvenisme yang mengagungkan golongan tertentu ras tertentu dan kotegori tertentu.
Begitu juga nasib HONORER k2. Kisahnya sudah usai karena gagal test. Yang ada saat ini hanyalah ex K2. Jangan marah, harus di terima itu, sekali lagi karena itu bagian dari konsekwensi sebuah regulasi.

Saya lelah jika harus menyembah nyembah pemerintah. Dan sayapun tak mau dikatakan sebagai HONORER yang pasrah. Di tindas tapi diam saja.

Untuk kasus saya dan Jambi kami tetap lakukan upaya Hukum dan menuntut keadilan atas perlakuan diskriminatif bersama Gubernur kami Tentunya cara konstitusional. Begitu lah cara kami menghargai hukum. Walau hukum terkesan tak adil..tentu teman teman masih ingat kisah baju perang Sayidina Ali ?. Adil itu memang sejatinya hanya milik Tuhan.

Sekali lagi saya tegaskan kami tetap melawan. Namun bukan dengan cara mendesak pemerintah merevisi UU Untuk kaum kami saja ( honorer Data Base 2005 ) Karena kami sadar kami punya saudara PTT, Ex Honorer K1. Ex Honorer K2. Dan honorer non K yg pengangkatannya setelah tahun 2005. Sampai dengan tahun 2016 ini masih ada pengangkatan tenaga honorer kan? Walaupun sudah ada larangan pengangkatan Honorer setelah tahun 2005 sesuai amanat PP 48 tahun 2005. apapun istilah nya mereka adalah saudara kita juga.

Adilah sejak dalam fikiran. Bagaimana kami mau menilai adil dalam menyikapi sesuatu..
Sekarang hembusan berita golongan ex K2 gagal kampanye lagi soal CPNS mereka. 426.000 jumlah HONORER ex K2 kalau tidak salah saya.
Hampir setara jumlah anggota Polri seluruh Indonesia. Kalau tidak di angkat akan demo depan istana dan mengatakan turunkan Jokowi. ?
Wajar jika ada yang mengatakan Honorer itu “Goblok” nya sejak lahir ( di edisi selanjutnya kita bahasnya)

Kalau revisi hanya untuk kategori 2 “patut diduga” dan kami curiga lalu kami tanya ada apa dengan K2 ?

Mengapa saya berani mengatakan ini. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya sudah banyak HONORER K2 gagal yang sudah menyetor kan uang sejumlah 30 juta ‘s/d 60 juta. Dengan janji akan masuk kuota tambahan. Dalam hal ini salah mereka ? Tidak sepenuhnya salah. Bisa saja mereka tersugesti sehingga tanpa sadar telah memberikan uang dan sampai skrg belum lolos juga dan baru sadar. Sembari berkata ” Bang yolis kami tertipu ” ( catat ini bukan fitnah , saya punya bukti dan saksi. Dan sekarang proses hukum sedang berjalan ?

Kesimpulan :

Satu hal dari kekisruhan tulisan saya kemarin yg berjudul ” REVISI UU ASN ITU BOHONG. Dan UU ASN yang belum juga disahkan padahal ini sudah lewat 10 januari seperti janji ngeles mereka Desember lalu, ini bukanlah upaya saya menghambat laju atau tidak pro revisi UU ASN. tapi ini demi keselamatan kita semua. Dan benar kan memang sampai hari ini disahkan itu cuma KATANYA

Jadi ingat yang harus kita dorong dalam revisi angkat satu angkat semua. Tidak diangkat satu tidak usah diangkat semua. Bangsa ini terlalu capek kalau harus mengurusi Honorer ini. Naah kepada aktivis honorer jangan cari panggung dalam isu Revisi apalagi cari duit.

Saya ulangi saja kalimat sakti saya yang sempat viral di salah satu partai Honorer

“Tolong di catat dan ingatkan saya jika lupa”

Ketika Hasil REVISI UU ASN hanya ada unsur pasal yang mengatur khususon HONORER K2.
Maka saya orang pertama yang akan mengajukan Judicial Review Terhadap UU ASN tersebut.

Sekali lagi ini bukan langkah saya menghambat laju anda jadi CPNS. Tapi supaya NEGERI ini tidak gaduh lagi oleh masalah HONORER. Sudahlah sekarang kita sedang gaduh terkait Pilkada.

Suara Honorer



Source link